Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Penggunaan Trend Forecast Singularity dan Greyzone di Masyarakat Part 2

Gambar
Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa banyak designer Indonesia yang menciptakan koleksi busana berdasarkan trend yang ada dan banyak diminati masyarakat, diantaranya : Common Ground (Sumber : wolipop.detik.com) Common Ground dengan warna earth tone atau nuansa alam diramalkan akan mendominasi 2019. Warna tanah seperti beige, coklat, dan hijau pun menjadi andalan dalam tema ini. Warna ini dapat dipadukan dengan banyak warna lainnya seperti soft pink, biru, hijau, ataupun hitam. Desainer seperti Celine, Valentino atau Victoria Beckham bisa dilirik sebagai inspirasinya. Dan ini merupakan penggambaran trend fashion Neo Medieval. In Touch (Sumber : wolipop.detik.com) Tren berikutnya diperuntukkan bagi wanita yang berani bereksperimen dalam gaya. Warna kontras diprediksi akan sering muncul di tahun 2019 seperti pink, kuning, biru, oranye atau hijau neon. Tren ini bukan hanya mengangkat warna namun juga menjelajahi kombinasi material konvensional seperti katun,...

Penggunaan Trend Forecast Singularity dan Greyzone di Masyarakat Part 1

Trend  forecasting  merupakan sebuah metode untuk memprediksi trend atau memproyeksikan trend untuk beberapa waktu kedepan. Hal ini bertujuan untuk memunculkan desain yang baru yang laku dalam rangka memenuhi selera pasar.  Desain tidak hanya terbatas dalam pengertian merancang atau membuat sesuatu (barang) baru yang mengandung fungsi dan estetika. Kebanyakan desainer memiliki pola pikir bagaimana menciptakan barang dengan “kebaruan” pada aspek fungsi (guna dan simbolik/estetik) dan aspek teknis (pembuatan dan pemilihan material). Mengacu pada paradigma tersebut, maka contoh problematik desain yang dapat dijumpai selama ini seperti yang sudah dikemukakan Donald Norman adalah, bagaimana menciptakan desain yang berbasis interaksi si pengguna dengan objek desain, pelayanan dan pengalaman terhadap objek desain. Desainer memang dituntut untuk menghasilkan suatu inovasi (kebaruan) sesuai dengan perkembangan zaman dalam setiap karya desain yang diciptakannya. Namun hal te...

Nila Baharuddin Persembahkan “Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto” Pada Ajang IDFW 2019 Part 2

Gambar
Pada ajang Indonesia Fashion Week 2019 ini, Nila Baharuddin menampilkan karya-karyanya yang merupakan perpaduan budaya Jepang dengan budaya Indonesia dengan nama koleksi “Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto”. Dengan menggunakan teknik digital printing, Nila Baharuddin ingin menonjolkan warna-warna dan suasana senja di Kyoto. “Disini saya mau menonjolkan waktu senja yang langit-langitnya begitu indah biru berbalut ungu ada orange yang bercampur, serasa sangat romantis untuk dinikmati suasana dan sangat sayang untuk dilewatkan,” papar Nila Baharuddin. Selain dari sisi warna, siluet yang digunakan dalam karya-karyanya mengadaptasi dari siluet pakaian tradisional Negeri Sakura tersebut, yaitu Kimono. Siluet yang terkesan tradisional tersebut diubahnya menjadi modest wear yang cocok dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk sehari-hari maupun ke event-event tertentu. Koleksi Nila Baharuddin di Ajang Fashion Show IDFW 2109 (Sumber : Akurat.co) Nila Baharuddin mengaku bahwa dia men...

Nila Baharuddin Persembahkan “Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto” Pada Ajang IDFW 2019 Part 1

Gambar
Bandung , Pada tanggal 27 Maret – 31 Maret 2019 telah diadakan pagelaran fashion terbesar Indonesia yaitu Indonesia Fashion Week 2019. Pagelaran yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) ini sukses menarik perhatian sebagian peminat fashion di Indonesia. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini Indonesia Fashion Week 2019 mengusung kembali kebudayaan Indonesia dengan judul “Cultural Values”. Tema ini mengusung kebudayaan dari salah satu pulau di Indonesia yang didalamnya terdapat banyak sekali potensi budaya yang dapat ditunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia yaitu Kalimantan. Poppy Dharsono selaku Presiden IFW/ Ketua Umum APPMI mengatakan, “IFW 2019 akan mengangkat budaya Kalimantan yang amat kaya. Belum banyak yang mengangkat khasanah budaya Kalimantan, padahal rumpun masyarakat Kalimantan yang terdiri dari beberapa etnis utama yaitu; Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Dayak Paser makin memberikan nuansa unik dari khasanah budaya Kalimantan. Pada seluruh desai...
Gambar
Indonesia fashion week 2019 ini sukses di gelar dengan berbagai acara, dari mulai expo brand-brand fashion hingga fashion show yang diikuti oleh ratusan desainer, salah satunya Nila Baharudin dimana ia kali ini menampilkan karya dengan judul "Yugure No Kyoto - Senja di Kyoto". Selain itu ada juga beberapa karya dari beberapa desainer Indonesia lainnya yang menggunakan unsur" khas kalimantan.

Kalimantan Menjadi Tema di Indonesia Fashion Week 2019

Gambar
Bandung , Untuk ke-8 kalinya ajang fesyen terbesar Indonesia Fashion Week 2019 sukses di gelar pada 27 Maret-31 maret 2019 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC). Pada acara tahun ini pihak Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia atau yang di singkat APPMI menetapkan “Cultural Values” sebagai tema pada IFW 2019. Tema ini menitik beratkan budaya dari Kalimantan, dimana penggunaan bahan baku seperti kain tenun, songket, dan batik dari berbagai wilayah di Indonesia maupun motif perisai, flora dan fauna Kalimantan yang menginspirasi detail pada desain busana. Pengambilan tema yang menitik beratkan pada Kalimatan juga di harapkan dapat mengangkat eksistensi kain-kain asal pulau Borneo tersebut seperti sarung Samarinda, sarung tenun Pagatan, benang bintik (batik Dayak Ngaju), kain Sasirangan (Banjarmasin) dimana sebelumnya kain-kain tersebut hanya dikenal oleh beberapa kalangan masyarakat saja. “IFW 2019 akan mengangkat budaya Kalimantan yang amat kaya. Belum banyak ...

Mengurai GREYZONE Part 1

Gambar
GREYZONE Sumber : medium.com Dalam rangka mendukung peningkatan kreativitas produk baru untuk me ningkatan ekonomi kreatif Indonesia pada subsektor desain interior, produk, fashion, hingga kriya, Badan Ekonomi Kreatif atau yang lebih dikenal dengan singkatan “BEKRAF” bekerja sama dengan Kelompok Indonesia Trend Forecasting (ITF) meluncurkan buku yang merupakan hasil riset trend di tahun 2017/2018 yang berjudul “GREYZONE”. GREYZONE resmi diluncurkan pada tanggal 28 Februari 2017 bertempat di Ciputra World, Jakarta yang dihadiri oleh Kepala Badan ekonomi Kreatif (BEKRAF) yaitu bapak Triawan Munaf. “Melalui serangkaian riset dan tinjauan berbagai literatur, buku ini dapat menjadi referensi yang baik serta strategis bagi pertumbuhan industri kreatif di Tanah Air,” papar Kepala Bekraf, Triawan Munaf. “GREYZONE” merupakan sebuah masa dimana masyarakat tidak dapat lagi membedakan benar atau salah, hitam atau putih yang diwujudkan dalam bentuk visual. Benar atau salah cend...

Mengurai GREYZONE Part 2

Gambar
GREYZONE Sumber : medium.com Tema besar dalam GREYZONE yang kedua adalah VIGILANT yang merupakan estetika terhitung. Memiliki ciri khas desain yang sederhana , elegan, cermat, dan presisi dalam pengerjaannya, serta menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan tidak kusut yang memberi hasil yang rapi dan modern pada tampilan. Warna-warna yang dipakai masih menggunakan warna-warna alam seperti warna batu kali, batu bata, dan warna yang kayu yang memberi kesan tenang, klasik, serta membumi. Ini dikarenakan penggabungan tradisional dengan perkembangan teknologi yang pesat dan canggih sebagai bentuk kewaspadaan. Supaya tradisi ataupun budaya yang telah turun temurun yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman tetap eksis dimasa kini, dilakukan dengan cara diolah kembali dengan menyesuaikan kebutuhan gaya pada masa kini. Yang ketiga   adalah CRYPTIC yang merupakan rekayasa hayati. Pada tema trend ini warna dengan nuansa gelap seperti hitam dan abu-abu merupakan warna utam...