Mengurai GREYZONE Part 1
GREYZONE
Sumber :
medium.com
Dalam rangka
mendukung peningkatan kreativitas produk baru untuk meningkatan ekonomi kreatif Indonesia pada subsektor desain interior,
produk, fashion, hingga kriya, Badan Ekonomi Kreatif atau yang lebih dikenal
dengan singkatan “BEKRAF” bekerja sama dengan Kelompok Indonesia Trend
Forecasting (ITF) meluncurkan buku yang merupakan hasil riset trend di tahun
2017/2018 yang berjudul “GREYZONE”. GREYZONE resmi diluncurkan pada tanggal 28
Februari 2017 bertempat di Ciputra World, Jakarta yang dihadiri oleh Kepala
Badan ekonomi Kreatif (BEKRAF) yaitu bapak Triawan Munaf. “Melalui
serangkaian riset dan tinjauan berbagai literatur, buku ini dapat menjadi
referensi yang baik serta strategis bagi pertumbuhan industri kreatif di Tanah
Air,” papar Kepala Bekraf, Triawan Munaf.
“GREYZONE” merupakan sebuah masa dimana masyarakat tidak dapat lagi
membedakan benar atau salah, hitam atau putih yang diwujudkan dalam bentuk
visual. Benar atau salah cenderung bergantung pada pandangan subyektif bukan
keputusan secara objektif. Itulah sebabnya kebenaran dan kesalahan cenderung
dikategorikan relatif dan lebih bewarna abu-abu karena tidak ada kejelasan
antara hitam atau putih, antara benar atau salah. Meskipun cenderung dominan
dengan kehidupan yang abu-abu, masih ada warna-warna lain yang menggambarkan
secercah harapan dimasa yang abu-abu ini
Dalam “GREYZONE” terdapat 4 tema trend besar. Yang pertama adalah
ARCHEAN yang terinspirasi dari bentukan bumi. Dalam buku riset trend
forecasting GREYZONE ini. Dikatakan bahwa ARCHEAN mewakili pemikiran mengenai
esensi kehidupan. Warna-warna tema ini yang cenderung
natural seperti warna bebatuan, warna coklat tanah, dan warna-warna
cemerlang batuan mineral. Warna-warna yang ditunjukkan mewakili tentang bumi
Indonesia dimana bumi Indonesia telah mengalami perubahan alamiah baik dari
dalam maupun diatas permukaan yang memakan waktu berjuta-juta tahun lamanya,
sehingga bumi Indonesia kaya akan material tanah dan batu-batuannya. Sadar akan
kekayaan yang dimiliki bumi Indonesia, maka muncullah kehidupan yang ingin
dekat dengan alam, sehingga lahirlah bentuk dan gaya yang bersifat natural yang
mencerminkan keindahan bumi Indonesia.
Sumber : Buku Trend Forecasting 2017/18

Terima kasih, sangat membantu bagi saya mahasiswa desain
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusgood 💃
BalasHapusGood, sangat membantu
BalasHapus❤
BalasHapus❤
BalasHapusSangat membantuuu
BalasHapusNice!
BalasHapus❤️
BalasHapus���� Good ����
BalasHapusBaru nemu artikel yg cocok, makasih ya kak
BalasHapus