Mengurai GREYZONE Part 2


GREYZONE
Sumber : medium.com

Tema besar dalam GREYZONE yang kedua adalah VIGILANT yang merupakan estetika terhitung. Memiliki ciri khas desain yang sederhana , elegan, cermat, dan presisi dalam pengerjaannya, serta menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan tidak kusut yang memberi hasil yang rapi dan modern pada tampilan. Warna-warna yang dipakai masih menggunakan warna-warna alam seperti warna batu kali, batu bata, dan warna yang kayu yang memberi kesan tenang, klasik, serta membumi. Ini dikarenakan penggabungan tradisional dengan perkembangan teknologi yang pesat dan canggih sebagai bentuk kewaspadaan. Supaya tradisi ataupun budaya yang telah turun temurun yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman tetap eksis dimasa kini, dilakukan dengan cara diolah kembali dengan menyesuaikan kebutuhan gaya pada masa kini.

Yang ketiga  adalah CRYPTIC yang merupakan rekayasa hayati. Pada tema trend ini warna dengan nuansa gelap seperti hitam dan abu-abu merupakan warna utama, namun masih ada aksen warna-warna cemerlang namun dingin sperti kuning kehijauan hingga biru keunguan, ini dikarenakan tema CRYPTIC memiliki kesan beyond nature, dimana tema ini lebih menonjolkan lebih dramatis lagi tentang fiksi ilmiah. Hidup dalam ketidakpastian akan masa depan dikarenakan bumi indonesia menuju kerusakan yang seperti diketahui eksploitasi alam yang tiada hentinya. Namun masih bersikap optimis dengan berbagai uji coba bioengineering. Sehingga pada tema ini memiliki ciri khas bersifat misterius dan menampilkan bentuk-bentuk baru atau asing yang tidak dikenal dengan bereksperimen olah bahan.

Yang terakhir adalah DIGITARIAN yang disebut sebagai generasi mayantara. Tema ini merupakan gambaran akan keberanian generasi sekarang terhadap generasi sebelumnya dengan mendobrak dan merombak pakem dan tatanan yang sudah dipakai dari dulu. Gaya-gaya yang sudah ada dulunya dieksplorasi dan dicampur aduk sehingga menjadi lebih segar, ekstrim, dan cocok dengan anak-anak muda yang ingin tampil beda dan berani. Tema ini ada karena inspirasi dari sikap kritis generasi sekarang yang biasa disebut generasi Z yang tidak bisa lepas dari internet. Adanya informasi dan wawasan yang diberikan internet membuat generasi Z lebih berani dan tertantang untuk mencoba hal-hal baru. Tidak hanya itu, mereka pun bereksperimen. Bila pada tema-tema besar sebelumnya warna-warna yang digunakan cenderung alam dan bernuansa gelap, pada tema DIGITARIAN ini yang digunakan adalah warna-warna yang cerah dan berani seperti warna-warna kuat pada tahun 60an, warna-warna elektrik pada tahun 80an, warna-warna pastel dan tenang yang menunjukkan gaya Art Deco dan Post Modern, sehingga menunjukkan optimisme.




Sumber : Buku Trend Forecasting 2017/18



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nila Baharuddin Persembahkan “Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto” Pada Ajang IDFW 2019 Part 1

Penggunaan Trend Forecast Singularity dan Greyzone di Masyarakat Part 1