Nila Baharuddin Persembahkan “Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto” Pada Ajang IDFW 2019 Part 2
Pada ajang Indonesia
Fashion Week 2019 ini, Nila Baharuddin menampilkan karya-karyanya yang
merupakan perpaduan budaya Jepang dengan budaya Indonesia dengan nama koleksi
“Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto”. Dengan menggunakan teknik digital printing,
Nila Baharuddin ingin menonjolkan warna-warna dan suasana senja di Kyoto.
“Disini saya mau menonjolkan waktu senja yang langit-langitnya begitu indah
biru berbalut ungu ada orange yang bercampur, serasa sangat romantis untuk
dinikmati suasana dan sangat sayang untuk dilewatkan,” papar Nila Baharuddin.
Selain dari sisi warna, siluet yang digunakan dalam karya-karyanya mengadaptasi
dari siluet pakaian tradisional Negeri Sakura tersebut, yaitu Kimono. Siluet
yang terkesan tradisional tersebut diubahnya menjadi modest wear yang cocok
dipakai oleh masyarakat Indonesia untuk sehari-hari maupun ke event-event
tertentu.
Koleksi
Nila Baharuddin di Ajang Fashion Show IDFW 2109
(Sumber : Akurat.co)
(Sumber : Akurat.co)
Nila Baharuddin mengaku
bahwa dia menggunakan sekitar 85% trend SS2020 dalam proses pembuatan
karya-karyanya yang ditampilkan pada ajang fahion show Indonesia Fashion Week
2019 ini, seperti penggunaan warna yang dipakainya. Dan pada postingan popfashioninfo.com,
trend warna pada SS2020 cenderung pastel dan cerah seperti green lily, neo
mint, sunny yellow, aegean sea pink, cantaloupe, dan masih banyak lagi. Bagi
Nila Baharuddin, Trend Forecast cukup memiliki peran yang penting dalam proses
pembuatan karya, itulah sebabnya Nila Baharuddin selalu mempelajari Trend
Forecast terbaru dari Benua Eropa yang merupakan panutan para designer dunia.
Setelah dipelajari, dia akan meninjau kembali apakah Trend Forecast tersebut
cocok dengan target pasarnya, bila iya maka dia akan lanjut dalam proses
mendesain pakaiannya, bila tidak maka dia tidak akan menggunakannya. Bagi Nila
Baharuddin tema dan event harus pas sehingga bisa dipastikan akan peminatan
karyanya, “being unique is better than to follow anyone else,” kata Nila
Baharuddin.
Meskipun
Nila Baharuddin mengaku tidak menggunakan Trend Forecast dari BEKRAF Indonesia
dalam proses pembuatan pakaiannya, namun bila ditinjau kembali, menurut saya
beliau sudah mengaplikasikan trend Singularity 19/20 yang bertema exuberant
secara tidak langsung. Warna-warna yang digunakan merupakan beberapa dari
warna-warna exuberant, seperti kuning, biru, merah, orange dan hijau yang
terkesan cerah.
“Jangan
pernah takut untuk mencoba, yakin sama apa yang kita tekuni. Harus bisa
menjelaskan dan harus bisa meyakinkan kepada target kita tentang apa yang ingin
kita buat atau sampaikan kepada mereka sampai mereka bisa terima. Gagal itu
bukan untuk sebuah keputus asaan tapi justru sebaliknya, untuk kita bangkit dan
mengintropeksi diri kita supaya lebih bagus kedepannya. Dan jangan pernah
berhenti menerima kritikan orang lain, karena dari sanalah kita banyak
belajar,” pesan Nila Baharuddin kepada seluruh calon-calon desainer muda.
Sumber :
- Wawancara langsung bersama ibu Nila Baharuddin
- https://indonesiafashionweek.id/news/
- https://www.inews.id/multimedia/video/ifw-2019-nila-baharuddin-hadirkan-koleksi-senja-di-kyoto/497049/1
- https://www.popfashioninfo.com/trends/color/sea_12217-page_1/#anchor
- https://www.inews.id/multimedia/video/ifw-2019-nila-baharuddin-hadirkan-koleksi-senja-di-kyoto/497049/1

Nice
BalasHapusgood 💃
BalasHapus