Penggunaan Trend Forecast Singularity dan Greyzone di Masyarakat Part 1

Trend  forecasting merupakan sebuah metode untuk memprediksi trend atau memproyeksikan trend untuk beberapa waktu kedepan. Hal ini bertujuan untuk memunculkan desain yang baru yang laku dalam rangka memenuhi selera pasar. 

Desain tidak hanya terbatas dalam pengertian merancang atau membuat sesuatu (barang) baru yang mengandung fungsi dan estetika. Kebanyakan desainer memiliki pola pikir bagaimana menciptakan barang dengan “kebaruan” pada aspek fungsi (guna dan simbolik/estetik) dan aspek teknis (pembuatan dan pemilihan material). Mengacu pada paradigma tersebut, maka contoh problematik desain yang dapat dijumpai selama ini seperti yang sudah dikemukakan Donald Norman adalah, bagaimana menciptakan desain yang berbasis interaksi si pengguna dengan objek desain, pelayanan dan pengalaman terhadap objek desain.

Desainer memang dituntut untuk menghasilkan suatu inovasi (kebaruan) sesuai dengan perkembangan zaman dalam setiap karya desain yang diciptakannya. Namun hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah kebaruan-kebaruan tersebut di atas cukup menjadikan sebuah objek desain diminati oleh calon konsumennya? Jawaban sepintas memang iya. Tetapi, mengingat semakin ketatnya kompetisi tidak menutup kemungkinan pesaing-pesaing akan berbuat hal yang sama sehingga konsumen mempunyai lebih banyak pilihan dalam menentukan produk yang akan dibelinya.
Belajar trend bukan bermaksud semata-mata hanya untuk mengikuti trend tetapi adalah untuk mencari potensi trend apa yang bisa dikembangkan dan untuk menjadi seorang trendsetter. Hal itu dilakukan dengan cara menganalisa apa yang berubah, mengapa berubah dan mengarah kemana perubahan tersebut? Dalam trend forecasting, trend yang akan dibuat perlu di decodeatau dikombinasikan dengan unsur lokal untuk menghasilkan suatu karya yang kreatif namun tetap menyesuaikan dengan budaya Indonesia. Dalam merealisasikan trend forcasting kekuatan kreatif dan desain 3C yaitu: connecting, collaboration dan commerce.

Greyzone merupakan trend forecast yang dijadikan sebagai kiblat adanya trend fashion tahun 2017 – 2018. Dimana pada masa itu lebih menunjukkan inovasi olahan fabric yang akan dibuat busana. Ada 4 jenis tema dalam trend greyzone ini, diantaranya : Achean, Vigilant, Cryptic dan Digitarian. Tiap tema tersebut juga memiliki pembagian sub tema masing – masing.

Achean yang memiliki arti bentukan dari bumi ini lebih menonjolkan perubahan bentuk dari luar dan dalam bumi dan memiliki bentuk – bentuk atau motif yang menyerupai lapisan bumi. Semua itu digunakan untuk menunjukkan kesan naturan dan memahami tentang keindahan bentuk bumi di Indonesia. Bentuk busana yang dibuat lebih mengabaikan bentuk tubuh dan layering dari segi bentuk ataupun motif yang digunakan.

Vigilant terinpirasi dari bentuk kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih, tema ini berfokus pada konsep untuk menggabungkan cara tradisional yang dikenal dan diterapkan secara turun temurun dengan teknologi baru secara seimbang.Bentuk busana yang dibuat lebih terstruktur dan memiliki nilai perhitungan dari setiap bentuknya.

Pada saat ini, para designer berlomba lomba untuk menyajikan busana – busana yang dapat menarik minat masyarakat. Berdasarkan tahun 2019 saat ini masyarakat lebih dominan menggunakan pakaian yang mengikuti trend saat ini yaitu Singularity. Dimana dalam trend 2019 – 2020 ini juga terbagi atas empat tema yaitu, Svarga, Exuberant, Neo Medieval dan Cortex.. empat tema ini masih memiliki benang merah dengan trend yang sebelumnya.



Penggunaan Trend Forecast Singularity dan Greyzone di Masyarakat Part 2 :
https://trendforecastingblog.blogspot.com/2019/05/penggunaan-trend-forecast-singularity_9.html


Sumber :

  1. https://20.detik.com/e-flash/20190220-190220030/busana-tradisional-diprediksi-bakal-jadi-tren-fashion-2019
  2. https://wolipop.detik.com/fashion-trends/d-3673613/foto-5-tren-fashion-hangat-dari-paris-fashion-week-untuk-2018
  3. https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-4400600/3-tren-fashion-yang-akan-sering-kamu-lihat-di-2019?_ga=2.153074169.1771704780.1556773728-1947678693.1549461218
  4. http://binus.ac.id/malang/2017/09/trend-forecasting/

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nila Baharuddin Persembahkan “Yugure no Kyoto – Senja di Kyoto” Pada Ajang IDFW 2019 Part 1